Salam sukses dari saya untuk
semua. Iya, ini sekitar 1 tahun yang lalu saya melakukan bisnis kecil-kecilan.
Awalnya saya hanya melihat orang-orang muda yang dimana mereka bisa
menghasilkan uang dari bisnis yang dilakoni, contoh yang saya lihat adalah Mas
Ghufron Ahsan, yang letak rumahnya hanya beda RT. Ghufron adalah pemilik atau
pendiri online shop radiooffcloth.com
ketika itu saya bertanya “koe ket
kapan memulai berbisnis ?” Ghufron menjawab “aku ket kelas 3 SMA, kelas 3 aku dodolan pulsa, terus aku mandhek
dodolan pulsa, aku ganti dodolan merchandise JKT 48 iki” itu singkat saja
jawaban dari Mas Ghufron, aku sudah lupa jawaban pastinya seperti apa, inti
dari jawaban yang diberikan Mas ghuforn yang saya ingat hanya itu. Dari jawaban
tersebut saya termotivasi untuk memulai di dunia bisnis. Selain dari jawaban
tersebut saya juga termotivasi dari Ayah saya, ketika SD ia sudah berjualan
“mbanggula” (permen) di sekolahnya di daerah Purwokerto/Banyumas. Lalu beberapa
minggu kemudian saya pun memutuskan untuk berjualan pulsa.
Suatu hari ketika saya pulang
sekolah, dijemput oleh Ayah saya yang mengendarai roda 4, di situlah saya
memiliki firasat yang bagus yang sangat cocok untuk ijin berjualan pulsa.
Ketika perjalanan pulang saya bertanya kepada Ayah saya “Pak, aku oleh dodolan pulsa ora ?” Ayah saya menjawab dengan
singkat tapi jelas “yo karepmu, sanggere
koe iso nglakoni yo dilakoni wae” langkah pertama sudah saya lakukan.
Sesampainya di rumah, saya pun juga bertanya seperti hal yang saya tanyakan
kepada Ayah untuk kepada ibu saya. Ibu pun menjawab dengan memotivasi saya
dengan pengalaman-pengalaman nya. Di situlah saya diberi modal, Saya diberi
modal Rp. 100.000,- Dalam batinku
“waduuh kok sitik” saya pun menerima modal, langsung saya ke konter yang telah
disarankan oleh Mas Ghufron, di sana saya mendaftar untuk berlangganan
berjualan pulsa dan diajari langkah-langkahnya. Setelah mendaftar dan paham,
saya mengiklankan dari mulut kemulut dan media sosial, bahwa saya berjualan pulsa.
Saat itu sedang libur sekolah sekitar 6 hari, dalam 1-2 hari deposit pulsa
100rb tadi habis dibeli teman-teman dari SMP, tapi itu hari libur, jadi saya
memberikan utangan kepada teman-teman saya, jadi ketika masuk sekolah, saya
mendapat setoran dari temen-temen SMP,
oh iya temen-temen SMP ku itu baik-baik, nggak usah saya tagih mereka langsung
tau diri kalo belum bayar pulsa pada saya hehehe ;) ketika itu teman rumah saya
mendatangi saya “nom, thumbas pulsa”
saya jawab “waduuh sorry, deposite entek”
di situlah saya mendapatkan pembelajaran, saya harus bisa membagi deposit
kepada yang mau berhutang maupun yang mau langsung bayar, agar tidak ada yang
kagol. Waktu terus berputar, saya senang bisa berjualan pulsa, karena orang tua
saya kalau mau beli pulsa tidak usah ke konter, langsung dari saya bisa. Suatu
hari kakak saya menyuruh “no, kirim pulsa
neng nomerku 10rb wae” langsung saya balas “yo, endi duitte ?” kakak saya menjawab “wah yo kudune rausah bayar, wong kakange dw” tak jawab dengan
tegas “welleh... yo wegah nek ngono,
Bapak ro Ibu we bayar kok” nah dari pengalaman tersebut yang dapat diambil
adalah, “ketika kita melakukan bisnis, meskipun itu keluarga jika bertransaksi
kepada kita juga harus bayar, lha kalau nggak bayar mau beli deposit lagi pake
uang mana”
Waktu terus berputar, beberapa
minggu setelah pengumuman nialai UN, saya ada acara reunian SD di salah satu
rumah teman saya. Di sana saya bertemu teman-teman SD, namun sayangnya teman
yang selalu dekat dengan saya ketika SD tidak ikut hadir dalam reunian
tersebut, namun semua itu teman. Di sana saya bertanya kepada diri sendiri “kok
dho nggo sepatu, lha sek seko SMP SALYo sendalan kabeh” lalu saya melihat-lihat sepatu yang dipakai
teman-teman saya, saya pun tertuju kepada keindahan sepatunya Syahrul, sayapun
bertanya “rul sepatumu apik, adidas opo
kui ?” Syahrul membalas “adidas rom,
iki aku tuku seond kok apik to ?” saya hanya membalas jawabannya Syahrul
dengan senyum J
saya pun pulang dan terus mengingat-ingat nama sepatu yang dipakai Syahrul
tersebut. Sesampai di rumah saya cari-cari di online shop maupun kaskus. Aku
menemukan sepatu yang sama seperti punya Syahrul namun berbeda jenisnya, saya
terheran kenapa sepatunya mahal-mahal, padahal saya memiliki uang Rp. 300.000,-
saya kira itu turah untuk membeli sepatu, ternyata harus menabung lagi kalau
mau beli sepatu tersebut. Beberapa minggu kemudian saya menemukan iklan di
kaskus ‘adidas dragon’ kondisi second tapi masih layak pakai, ukurannya pun
juga cocok untuk saya, terutama harganya juga pass dengan uang saya Rp.
300.000,- Waktu itu saya belum dong cara memakai ATM, saya pun meminta tolong
kepada Ayah saya untuk mentransferkan uang kepada penjual sepatu tersebut.
Hanya menunggu 1 hari sepatu tersebut sampai di rumah, akhirnya saya mempunyai
sepatu bergaris 3. Bebrapa hari kemudian saya minta kepada Ayah saya untuk
mengajari cara menggunakan ATM.
Dari pengalan membeli sepatu
tersebut saya termotivasi lagi agar saya bisa bisnis berjualan fhasion, saya
pun memutuskan untuk berhenti berjualan pulsa. Waktu itu uang Rp. 300.000,-
milik saya mau saya kasihkan kepada Ayah saya, tapi Ayah saya menolaknya. Saya
pun memiliki modal Rp. 300.000,- lalu saya iseng-iseng buka kaskus, saya
menemukan tempat untuk berbisnis tanpa modal sepersen pun. Saya pun tertarik
gabung untuk menjadi reseller dari godonkcloth.com yaitu menjual kaos-kaos
distro bola, saya pun mengiklankan produk-produk dari godonkcloth di media
sosial. Namun sepertinya tidak ada yang suka dengan produk tersebut, hanya ada
1 orang yang berminat untuk membeli yaitu teman SMP saya Bintang Bahy. Saya tau
kemungkinan Bintang membeli kaos yang saya tawarkan di media sosial itu karena
kasihan, kasihan temannya jualan kok nggak dibeli atau nggak ada yang membeli, memiliki perasaan
‘mesakke kanca’.
Lalu saya berfikir,
kalau seperti ini terus enggak enak, tidak bisa merasakan bayang-bayang
kerugian, seorang wirausahawan itu sebenarnya orang yang berani rugi lha kalau
saya terus menjadi reseller dari godong cloth, berarti aku bukanlah seorang
wirausahawan.
Saya pun iseng-iseng lagi di
Kaskus, saya menemukan penjual celana chino zara man dengan harga Rp. 150.000,-
/ pcs saya pun kontak-kontak dengan penjual tersebut, akhirnya saya deal
membeli 3 pcs celana harganya pun disesuaikan, dan ketika itu saya pertama kali
melakukan transaksi COD (Cash On Dellivery) sesampai di rumah saya foto 3 pcs
celana tadi san mengiklankan di media sosial, tokobagus dan kaskus.
Beberapa
hari kemudian ada SMS tanpa nama berntanya “gan
celana chino zara man yang abu-abu tua masih ?” itu pertama kali SMS dari
buyer, aku merasakan kesenangan yang sangat-sangat senang , di hati itu terasa hangat aku bisa
merasakannya. Akhirnya buyer tersebut deal dengan pilihannya, saya pun
transaksi COD untuk kedua kalinya di Lapangan Denggung Sleman. Akhirnya 1 pcs
celana terjual. Lalu celana yang lain terjual juga dibeli oleh teman, namun
sudah beberapa celana terjual, saya bingung uang yang untuk modal membeli
celanya kemana, uang Rp. 300.000,- modal tersebut habis buat jajan. Beberapa
minggu kemudian saya memutuskan untuk menjual sepatu adidas dragon yang saya
milikki, saya iklankan di media sosial, kaskus & tokobagus. Setelah saya
iklankan ada yang SMS, setelah kontak-kontak akhirnya sepatuku deal terjual
oleh seseorang dari Pulau Bali. Setelah
uangnya ditransfer, sayapun mengirimkan sepatu tersebut melalui JNE.
Melihat di media sosial banyak
yang berminat dengan sepatu adidas originals, sayapun akhirnya memutuskan untuk
berjualan sepatu. Awalnya saya dapat kenalan Mas Abi, dia adalah pemilik atau admin
toko @pesan_di_gue saya berntanya-tanya melalui BBM, saya pun di suruh datang
langsung ke rumah nya. Namun waktu itu saya tidak memiliki modal apapun, saya
pun minta uang kepada Ayah saya buat modal jualan sepatu. Saya tidak langsung
diberi modal buat berjualan sepatun begitu saja. Beberapa hari kemudian Ayah
saya mau menjual smartphonenya, saya pun disuruh menjualkannya di tokobagus.
Dalam 1 hari smartphone yang saya iklankan di tokobagus langsung ada yang deal,
dan saya disuruh Ayah saya untuk mengurus transaksinya, akhirnya smartphone
tersebut terjual. Setelah transaksi selesai uang tersebut saya kasih ke Ayah
saya, Ayah saya pun memberi uang kepada saya Rp. 200.000,- namun saya
menolaknya, Ayah saya bertanya “lha ngopo
kok wegah ?” saya pun menjawab dengan selow “rausah pak, modal’e wae” mungkin disitulah Ayah saya tersentuh,
beberapa minggu kemudian saya diajak Ayah saya ke gerai CIMB NIAGA dan disana
saya membuat kartu ATM, namun karena saya masih dibawah umur 17th akhirnya ATM
tersebut menggunakan atas nama Ayah saya, namun yang memakai atau yang
mengurusnya adalah saya. Ketika itu pula saya diberi modal sebesar Rp.
4.000.000,- saya pun langsung memakai Rp. 3.500.000,- untuk modal sepatu. Saya
langsung konfirmasi kepada Mas Abi, dan saya langsung ke rumah nya Mas Abi, di
sana aku mengambil beberapa pairs sepatu. Sesampai dirumah saya langsung memoto
beberapa pairs sepatu yang saya ambil, lalu saya iklankan di media sossial.
HP
saya banyak SMS yang bertanya tentang sepatu, di sinlah hati saya sangat hangat
“waduuhh, penak tenan” lanjut-berlanjut akhirnya saya mendapatkan patner kerja
baru yaitu Mas Iyung, beliau berlokasi di Bekasi, dan saya di Sleman. Sejak
mengenal Mas Iyung saya pun berhenti mengambil stok dari Mas Abi, karena dari
Mas Iyung lebih murah harganya. Saya mengatakan kepada Mas Iyung “mas, kita saling percaya aja ya, meskipun
kita belum pernah bertemu tetap jangan
ada kecurigaan atau keraguan ya !” akhirnya saya dan Mas Iyung setuju untuk
saling percaya untuk bekerjasama meskipun saling mengenal melalui BBM. Saking
percayanya Mas Iyung kepada , keseringan
barang dikirim terlebih dahulu, padahal saya belum mentransfer uangnya.
Sejak saya berjualan sepatu, saya
merasa senang karena belasan dus terjual. Namun dari kesenangan tersebut, saya
merasakan pengeluaranku lebih besar dari pada penghasilan, nahh inilah yang
sering membuat wirausahawan menjadi rugi. Alhamdulillahnya saya bertemu dengan
teman Ayah saya yaitu Mas Novan, beliau adalah salah satu pemilik konter
handphone di Jogjatronik, saya diajari tentang memanagement berwirausaha, ilmu
yang diberikan Mas Novan kepada saya itu membuat pengeluaranku dan pemasukan
bisa berubah, menjadi pemasukan yang lebih banyak dan pengeluaran menjadi lebih
sedikit.
Ooh iya, modal sebesar Rp.
4.000.000,- tersebut saya dikasih oleh Ayah saya, namun saya berusaha
mengenolkan (0) modal agar saya bisa memberikan uang Rp. 4.000.000,- kepada
Ayah saya, jadi saya menganggap saya hutang kepada Ayah saya Rp. 4.000.000,- meskipun Ayah saya akan menolaknyan, akan saya
paksa untuk menerima uang tersebut kembali.
Lakukan apa yang bisa kita
lakukan, nek wani ojo wedi-wedi, nek wedi ojo wani-wani. Kalau bisa membuat hati senang kenapa tidak
mau melakukannya, bisnis itu menyenangkan lho... mari berwirausaha !!!
Ok... ini ceritaku, mana ceritamu
?!
Salam suksess !!!
Salam suksess !!!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar