Rabu, 18 Juni 2014

1 Tahun Ini

Salam sukses dari saya untuk semua. Iya, ini sekitar 1 tahun yang lalu saya melakukan bisnis kecil-kecilan. Awalnya saya hanya melihat orang-orang muda yang dimana mereka bisa menghasilkan uang dari bisnis yang dilakoni, contoh yang saya lihat adalah Mas Ghufron Ahsan, yang letak rumahnya hanya beda RT. Ghufron adalah pemilik atau pendiri online shop radiooffcloth.com ketika itu saya bertanya “koe ket kapan memulai berbisnis ?” Ghufron menjawab “aku ket kelas 3 SMA, kelas 3 aku dodolan pulsa, terus aku mandhek dodolan pulsa, aku ganti dodolan merchandise JKT 48 iki” itu singkat saja jawaban dari Mas Ghufron, aku sudah lupa jawaban pastinya seperti apa, inti dari jawaban yang diberikan Mas ghuforn yang saya ingat hanya itu. Dari jawaban tersebut saya termotivasi untuk memulai di dunia bisnis. Selain dari jawaban tersebut saya juga termotivasi dari Ayah saya, ketika SD ia sudah berjualan “mbanggula” (permen) di sekolahnya di daerah Purwokerto/Banyumas. Lalu beberapa minggu kemudian saya pun memutuskan untuk berjualan pulsa.
Suatu hari ketika saya pulang sekolah, dijemput oleh Ayah saya yang mengendarai roda 4, di situlah saya memiliki firasat yang bagus yang sangat cocok untuk ijin berjualan pulsa. Ketika perjalanan pulang saya bertanya kepada Ayah saya “Pak, aku oleh dodolan pulsa ora ?” Ayah saya menjawab dengan singkat tapi jelas “yo karepmu, sanggere koe iso nglakoni yo dilakoni wae” langkah pertama sudah saya lakukan. Sesampainya di rumah, saya pun juga bertanya seperti hal yang saya tanyakan kepada Ayah untuk kepada ibu saya. Ibu pun menjawab dengan memotivasi saya dengan pengalaman-pengalaman nya. Di situlah saya diberi modal, Saya diberi modal Rp. 100.000,-  Dalam batinku “waduuh kok sitik” saya pun menerima modal, langsung saya ke konter yang telah disarankan oleh Mas Ghufron, di sana saya mendaftar untuk berlangganan berjualan pulsa dan diajari langkah-langkahnya. Setelah mendaftar dan paham, saya mengiklankan dari mulut kemulut dan media sosial, bahwa saya berjualan pulsa. Saat itu sedang libur sekolah sekitar 6 hari, dalam 1-2 hari deposit pulsa 100rb tadi habis dibeli teman-teman dari SMP, tapi itu hari libur, jadi saya memberikan utangan kepada teman-teman saya, jadi ketika masuk sekolah, saya mendapat setoran  dari temen-temen SMP, oh iya temen-temen SMP ku itu baik-baik, nggak usah saya tagih mereka langsung tau diri kalo belum bayar pulsa pada saya hehehe ;) ketika itu teman rumah saya mendatangi saya “nom, thumbas pulsa” saya jawab “waduuh sorry, deposite entek” di situlah saya mendapatkan pembelajaran, saya harus bisa membagi deposit kepada yang mau berhutang maupun yang mau langsung bayar, agar tidak ada yang kagol. Waktu terus berputar, saya senang bisa berjualan pulsa, karena orang tua saya kalau mau beli pulsa tidak usah ke konter, langsung dari saya bisa. Suatu hari kakak saya menyuruh “no, kirim pulsa neng nomerku 10rb wae” langsung saya balas “yo, endi duitte ?” kakak saya menjawab “wah yo kudune rausah bayar, wong kakange dw” tak jawab dengan tegas “welleh... yo wegah nek ngono, Bapak ro Ibu we bayar kok” nah dari pengalaman tersebut yang dapat diambil adalah, “ketika kita melakukan bisnis, meskipun itu keluarga jika bertransaksi kepada kita juga harus bayar, lha kalau nggak bayar mau beli deposit lagi pake uang mana” 





Waktu terus berputar, beberapa minggu setelah pengumuman nialai UN, saya ada acara reunian SD di salah satu rumah teman saya. Di sana saya bertemu teman-teman SD, namun sayangnya teman yang selalu dekat dengan saya ketika SD tidak ikut hadir dalam reunian tersebut, namun semua itu teman. Di sana saya bertanya kepada diri sendiri “kok dho nggo sepatu, lha sek seko SMP SALYo sendalan kabeh”  lalu saya melihat-lihat sepatu yang dipakai teman-teman saya, saya pun tertuju kepada keindahan sepatunya Syahrul, sayapun bertanya “rul sepatumu apik, adidas opo kui ?” Syahrul membalas “adidas rom, iki aku tuku seond kok apik to ?” saya hanya membalas jawabannya Syahrul dengan senyum J saya pun pulang dan terus mengingat-ingat nama sepatu yang dipakai Syahrul tersebut. Sesampai di rumah saya cari-cari di online shop maupun kaskus. Aku menemukan sepatu yang sama seperti punya Syahrul namun berbeda jenisnya, saya terheran kenapa sepatunya mahal-mahal, padahal saya memiliki uang Rp. 300.000,- saya kira itu turah untuk membeli sepatu, ternyata harus menabung lagi kalau mau beli sepatu tersebut. Beberapa minggu kemudian saya menemukan iklan di kaskus ‘adidas dragon’ kondisi second tapi masih layak pakai, ukurannya pun juga cocok untuk saya, terutama harganya juga pass dengan uang saya Rp. 300.000,- Waktu itu saya belum dong cara memakai ATM, saya pun meminta tolong kepada Ayah saya untuk mentransferkan uang kepada penjual sepatu tersebut. Hanya menunggu 1 hari sepatu tersebut sampai di rumah, akhirnya saya mempunyai sepatu bergaris 3. Bebrapa hari kemudian saya minta kepada Ayah saya untuk mengajari cara menggunakan ATM.

Dari pengalan membeli sepatu tersebut saya termotivasi lagi agar saya bisa bisnis berjualan fhasion, saya pun memutuskan untuk berhenti berjualan pulsa. Waktu itu uang Rp. 300.000,- milik saya mau saya kasihkan kepada Ayah saya, tapi Ayah saya menolaknya. Saya pun memiliki modal Rp. 300.000,- lalu saya iseng-iseng buka kaskus, saya menemukan tempat untuk berbisnis tanpa modal sepersen pun. Saya pun tertarik gabung untuk menjadi reseller dari godonkcloth.com yaitu menjual kaos-kaos distro bola, saya pun mengiklankan produk-produk dari godonkcloth di media sosial. Namun sepertinya tidak ada yang suka dengan produk tersebut, hanya ada 1 orang yang berminat untuk membeli yaitu teman SMP saya Bintang Bahy. Saya tau kemungkinan Bintang membeli kaos yang saya tawarkan di media sosial itu karena kasihan, kasihan temannya jualan kok nggak dibeli atau nggak ada yang membeli, memiliki perasaan ‘mesakke kanca’. 
 Lalu saya berfikir, kalau seperti ini terus enggak enak, tidak bisa merasakan bayang-bayang kerugian, seorang wirausahawan itu sebenarnya orang yang berani rugi lha kalau saya terus menjadi reseller dari godong cloth, berarti aku bukanlah seorang wirausahawan.
Saya pun iseng-iseng lagi di Kaskus, saya menemukan penjual celana chino zara man dengan harga Rp. 150.000,- / pcs saya pun kontak-kontak dengan penjual tersebut, akhirnya saya deal membeli 3 pcs celana harganya pun disesuaikan, dan ketika itu saya pertama kali melakukan transaksi COD (Cash On Dellivery) sesampai di rumah saya foto 3 pcs celana tadi san mengiklankan di media sosial, tokobagus dan kaskus. 
Beberapa hari kemudian ada SMS tanpa nama berntanya “gan celana chino zara man yang abu-abu tua masih ?” itu pertama kali SMS dari buyer, aku merasakan kesenangan yang sangat-sangat  senang , di hati itu terasa hangat aku bisa merasakannya. Akhirnya buyer tersebut deal dengan pilihannya, saya pun transaksi COD untuk kedua kalinya di Lapangan Denggung Sleman. Akhirnya 1 pcs celana terjual. Lalu celana yang lain terjual juga dibeli oleh teman, namun sudah beberapa celana terjual, saya bingung uang yang untuk modal membeli celanya kemana, uang Rp. 300.000,- modal tersebut habis buat jajan. Beberapa minggu kemudian saya memutuskan untuk menjual sepatu adidas dragon yang saya milikki, saya iklankan di media sosial, kaskus & tokobagus. Setelah saya iklankan ada yang SMS, setelah kontak-kontak akhirnya sepatuku deal terjual oleh seseorang dari  Pulau Bali. Setelah uangnya ditransfer, sayapun mengirimkan sepatu tersebut melalui JNE.

Melihat di media sosial banyak yang berminat dengan sepatu adidas originals, sayapun akhirnya memutuskan untuk berjualan sepatu. Awalnya saya dapat kenalan Mas Abi, dia adalah pemilik atau admin toko @pesan_di_gue saya berntanya-tanya melalui BBM, saya pun di suruh datang langsung ke rumah nya. Namun waktu itu saya tidak memiliki modal apapun, saya pun minta uang kepada Ayah saya buat modal jualan sepatu. Saya tidak langsung diberi modal buat berjualan sepatun begitu saja. Beberapa hari kemudian Ayah saya mau menjual smartphonenya, saya pun disuruh menjualkannya di tokobagus. Dalam 1 hari smartphone yang saya iklankan di tokobagus langsung ada yang deal, dan saya disuruh Ayah saya untuk mengurus transaksinya, akhirnya smartphone tersebut terjual. Setelah transaksi selesai uang tersebut saya kasih ke Ayah saya, Ayah saya pun memberi uang kepada saya Rp. 200.000,- namun saya menolaknya, Ayah saya bertanya “lha ngopo kok wegah ?” saya pun menjawab dengan selow “rausah pak, modal’e wae” mungkin disitulah Ayah saya tersentuh, beberapa minggu kemudian saya diajak Ayah saya ke gerai CIMB NIAGA dan disana saya membuat kartu ATM, namun karena saya masih dibawah umur 17th akhirnya ATM tersebut menggunakan atas nama Ayah saya, namun yang memakai atau yang mengurusnya adalah saya. Ketika itu pula saya diberi modal sebesar Rp. 4.000.000,- saya pun langsung memakai Rp. 3.500.000,- untuk modal sepatu. Saya langsung konfirmasi kepada Mas Abi, dan saya langsung ke rumah nya Mas Abi, di sana aku mengambil beberapa pairs sepatu. Sesampai dirumah saya langsung memoto beberapa pairs sepatu yang saya ambil, lalu saya iklankan di media sossial. 
 HP saya banyak SMS yang bertanya tentang sepatu, di sinlah hati saya sangat hangat “waduuhh, penak tenan” lanjut-berlanjut akhirnya saya mendapatkan patner kerja baru yaitu Mas Iyung, beliau berlokasi di Bekasi, dan saya di Sleman. Sejak mengenal Mas Iyung saya pun berhenti mengambil stok dari Mas Abi, karena dari Mas Iyung lebih murah harganya. Saya mengatakan kepada Mas Iyung “mas, kita saling percaya aja ya, meskipun kita belum pernah bertemu  tetap jangan ada kecurigaan atau keraguan ya !” akhirnya saya dan Mas Iyung setuju untuk saling percaya untuk bekerjasama meskipun saling mengenal melalui BBM. Saking percayanya  Mas Iyung kepada , keseringan barang dikirim terlebih dahulu, padahal saya belum mentransfer uangnya.
Sejak saya berjualan sepatu, saya merasa senang karena belasan dus terjual. Namun dari kesenangan tersebut, saya merasakan pengeluaranku lebih besar dari pada penghasilan, nahh inilah yang sering membuat wirausahawan menjadi rugi. Alhamdulillahnya saya bertemu dengan teman Ayah saya yaitu Mas Novan, beliau adalah salah satu pemilik konter handphone di Jogjatronik, saya diajari tentang memanagement berwirausaha, ilmu yang diberikan Mas Novan kepada saya itu membuat pengeluaranku dan pemasukan bisa berubah, menjadi pemasukan yang lebih banyak dan pengeluaran menjadi lebih sedikit.
Ooh iya, modal sebesar Rp. 4.000.000,- tersebut saya dikasih oleh Ayah saya, namun saya berusaha mengenolkan (0) modal agar saya bisa memberikan uang Rp. 4.000.000,- kepada Ayah saya, jadi saya menganggap saya hutang kepada Ayah saya Rp. 4.000.000,-  meskipun Ayah saya akan menolaknyan, akan saya paksa untuk menerima uang tersebut kembali.
Lakukan apa yang bisa kita lakukan, nek wani ojo wedi-wedi, nek wedi ojo wani-wani.  Kalau bisa membuat hati senang kenapa tidak mau melakukannya, bisnis itu menyenangkan lho... mari berwirausaha !!!

Ok... ini ceritaku, mana ceritamu ?!

Salam suksess !!!